Monday, October 6, 2014

Tips Mengatasi Gerakan Tutup Mulut

Sahabat saya, sebut saja Pima, baru punya bayi berusia 6 bulan yang sedang mulai diperkenalkan dengan MP-ASI (Makanan Pendamping Air Susu Ibu). Tulisan ini berawal dari curhatan Pima tentang Qian yang melakukan GTM: Gerakan Tutup Mulut. 

"Qian nggak mau makan. Makanannya disembur-sembur."

"Mainan digigit-gigit, tapi begitu dikasih makanan, langsung ditutup mulutnya. Nggak mau dibuka sama sekali"

"Kenaikan berat badannya cuma sedikit."

Sejujurnya waktu Pima curhat itu aku sedih karena nggak bisa kasih solusi, lagipula, aku yakin, sebagai dietitan klinis Pima pasti udah menguasai ilmu gizi dengan mumpuni. Yang dia perlukan adalah support dari sahabat-sahabatnya tapi masalahnya sahabat yang ini belum pernah jadi ibu jadi nggak ngerti mau ngesupport kaya gimana.T_T 
Akhirnya, karena bingung, aku bertanya pada para ibu, sahabat-sahabatku dari lingkaran pertemanan yang lain. Soalnya aku ingat mereka juga pernah curhat tentang anak-anak mereka yang lagi GTM. 

Dengan bekal status Path, bermunculanlah...

Tips-Tips Mengatasi Gerakan Tutup Mulut (GTM)

Mbak Bebby, dietitian/writer, Ibu dari Dhia, 4 yo (kalo ga salah 4 tahun. haha),

"Anak umur 6 bulan kebutuhan nutrisi dari makanan masih belum banyak. Mengenai GTM, ada beberapa kemungkinan anak GTM:
1. Anak masih kaget dengan tekstur makanan padat. Solusi: encerkan MP-ASI seencer ASI. Tapi jangan lama-lama. Begitu anak sudah nyaman dan seiring bertambahnya usia, tetap tingkatkan tekstur makanan untuk latih oromotornya
2. Anak stress liat ibunya deg-degan kasih makan. Solusi: anak adalah cenayang hebat yang masih mungil. So, bersikaplah santai, optimis bayi akan makan. 
3. Suasana makan tidak menyenangkan. Solusi: Cari waktu untuk mengenalkan MP-ASI saat mood anak baik. Misal, baru bangun tidur
4. Sepi. Solusi: Diajak makan rame-rame bersama anggota keluarga yang lain.
5. Target Ibu terlalu tinggi, jadi pengennya anak makan semua makanan yang sudah dibuat. Jadilah anak bete. Solusi: kapasitas lambung bayi masih sedikit sekali. Santai sajalah. Pelajari porsi MP-ASI yang pas."

Betta, psikolog, Ibu dari Ashraf, 2 yo. 
"Ada masanya anak GTM. Dan setiap anak beda-beda. Saat dia dapat insight untuk makan, pasti dia bakal aktif makan lagi. Kalau usia 6 bulan dan sudah GTM, coba ditengok lagi cara pemberian pertama kali. Apakah menimbulkan trauma buat bayi? Dan pemberian MP-ASI sebenarnya tidak terpatok usia bayi, kalau belum siap untuk MP-ASI, jangan dipaksakan."

Maretha, bankir, Ibu dari Alana, 1 yo
"Benar kata Mbak Bebby. Suasana sangat menentukan anak happy saat makan atau tidak. Contohnya, Alana dulu dari awal MPASI nggak pernah GTM bahkan makannya banyak banget. Tapi begitu dibawa ke kota lain, langsung GTM. Setiap makan kayak mau perang, diemut-emut, disembur-sembur. Tapi bisa jadi, untuk yang baru awal MPASI udah GTM, coba variasikan makanannya. Mungkin dia gak suka buah, coba serealia. Mungkin dia nggak suka serealia, coba sayur jenis labu-labuan. Trus sebagian besar anak nggak nolak kalau dikasih kaboocha. Coba aja dikukus, dibuat puree terus kasih ASI. tekstur dan rasa kaboocha kan nggak tajem kaya rasa buah.. Semangat!!"

Tambahan lagi dari Mbak Bebby
"Coba dudukkan bayi dekat dapur, suruh liat bagaimana ibu memasak MPASI. Sambil cerita apa yang sedang dimasak. Gak jamin si. tapi sekali lagi, bayi itu pinter. Konsistensi diperlukan dalam pemberian makan. Sebab hal ini akan dibawa sampai anak dewasa. Terus tawarkan makan (meski sakit hati kalau ditolak). Tapi rutinitas akan lebih mudah dipelajari anak. Untuk makanan baru, bayi baru bisa menerima makanan tersebut setelah dicoba 10-15 kali. Jadi kunci berikutnya: SABAR."

Egita, entrepreneur / baker, Ibu dari Agha, (almost) 2 yo
"Intinya SABAR dan coba terus. Yang jelas mamanya harus happy, jangan stress yaa...."

Mbak Santi, dietitian/food stylist, Ibu dari Naya, 3 yo
"Ada fase-fasenya memang. Sama aja kaya kita yang sudah dewasa. Anak sering moody. Kalau sampai di tahap GTM, ibu memang harus sabar. Jangan sampai nyerah, apalagi nyerah trus ngasih susu saja ke anak. Saya pernah menemukan Ibu yang menyerah, sekarang anaknya umur 4 tahun dan tidak bisa makan. Sampai sekarang hanya minum susu formula. :( 
Kalau sudah hampir menyerah, inget-inget saja kalau pola makan 1.000 hari pertama kehidupan akan mempengaruhi pola makan seumur hidup seseorang. Biasanya kalau anak sudah mulai menguji kesabaran, saya langsung mencambuk diri dengan kalimat 'Ah aku nggak mau disalahin ketika dia gede dan nggak doyan makan ini itu.'
Semangat ya, Bu. Saya yakin anda akan menemukan solusinya dengan cara Anda sendiri karena tiap anak itu unik."

Tiga hari setelah diskusi ini berlangsung, kami bertanya sama Pima, gimana kabar perkembangan makan Qian. Berikut ini kabar gembira dari Pima:

"Qian sudah mulai mau makan. Aku dudukkan dia di stroller, aku ajak ke dapur nemenin aku nyiapin makanan dia, sambil aku ceritain (waktu itu aku mau bikin puree pir). Trus sebelum aku kukus, aku kasih dia nyicip pir. Dia langsung mau pegang dan buka mulut. Dia gigit-gigit terus dia suka. Habis aku kukus, aku kasih ke dia lagi tanpa dihalusin, dia gigitin. Trus aku kasih biskuit bayi. Dia mau. Tapi, pakai sendok makan orang gede, bukan sendok makan bayi. Mungkin karena dia liat orang-orang di rumah pakai sendok itu ya, jadi maunya pakai sendok orang gede."

"Sekarang tiap aku mau kasih buah, aku kasih utuhnya dulu. Biar dia tau apa yang mau dia makan. Kemarin mangga juga gitu. Aku udah kupas, potong-potong, terus aku kasih ke dia. Dia gigit-gigitin, terus baru aku campur sama tepung-tepungan. Tapi nggak dihaluskan pakai blender. Aku haluskan pakai sendok aja."

"Kuantitasnya belum banyak sih. Harusnya satu porsi sekali makan, aku jadikan sehari. Nggak berani maksa, takutnya ntar dia malah aksi tutup mulut lagi."

anak ganteng dan Tante randomnya. 
Alhamdulillah. Semoga kamu makin lahap makan ya, Qi.. Nanti kalo kamu sudah besar, kita makan sushi sambil cerita-cerita tentang galaksi Bimasakti, unicorn dan troll. Hahahaha XD.

Buat Pima,
SEMANGAT!! 

Buat Mbak Bebby, Betta, Retha, Egi, Mbak Santi:
Thank you so much for your kind responses. Really really appreciate it. :)

Buat Tysa, Cifut dan Scylla:
As requested, resume diskusi di Path. Semoga bermanfaat. :* 






Tuesday, September 2, 2014

Tulisan Terakhir tentang Rekrutmen CPNS

Yth. Pembaca Blog yang baik hati,
Pagi ini di website e-CPNS Kemlu https://e-cpns.kemlu.go.id/ sudah dipublikasikan Pengumuman Nomor PENG/KP/222/09/2014/02. Dibutuhkan 100 orang S1 dan 50 S2/S3 untuk jadi diplomat!! Wow! Banyak ya..

Dengan segala hormat, kalau ditanya, berapa jumlah ideal rekrutmen diplomat tahun ini, saya akan jawab '0' orang. Kenapa? Karena saya tahu, sebagian besar harapan teman-teman ketika mendaftar jadi diplomat adalah akan segera berangkat penempatan di luar negeri, dengan USD masuk rekening gaji, berangkat sidang, pakai jas setiap hari. Berita baiknya, harapan itu ada. Berita buruknya, terwujudnya kapan itu to be confirmed

Diplomat-diplomat rekrutmen tahun 2009 saja sampai sekarang belum berangkat penempatan. Mereka yang sudah diisukan akan penempatan tahun ini pun terganjal dengan efisiensi anggaran 2014. Masih ada sekitar 370 orang diplomat muda yang bertugas di Pusat dan menunggu penempatan pertama (ditambah 70an orang yang sekarang masih diklat). Kalau 1 tahun akan ada 60 diplomat muda posting (1 tahun ada 2 pemberangkatan masing-masing 30 orang), angkatan yang direkrut tahun lalu aja baru bisa berangkat penempatan tahun 2021. Yang tahun ini diterima? Ya postingnya baru 2023. *itu kalau nggak ada efisiensi anggaran kaya tahun ini ya :') 

Hitungan kasar dalam matematika sederhana:
Batch 34 = +/- 120 orang
Batch 35 = 150 orang
Batch 36 = 60 orang
Batch 37 = 59 orang
Batch 38 = 70 orang
Total =  439 orang 

Estimasi penempatan pertama per tahun: 2 x 30 orang = 60 orang (dengan catatan tanpa efisiensi anggaran)

459 / 60 = 7 tahun 8 bulan  >> pembulatan: 8 tahun

2015 + 8 tahun = 2023

Ini salah satu upaya saya untuk mencegah teman-teman mengalami kekecewaan seperti yang dialami oleh sebagian dari kami. Bukan kami tidak bersyukur telah bekerja di salah satu kantor idaman di negeri ini, tapi saya pribadi merasa bersalah kalau yang baca blog ini dan jadi pengen masuk Kemlu terus kecewa setelah berhasil masuk. Dikecewain itu nggak enak. Apalagi kalo itu menyangkut masa depan. Nggak jadi nikah misalnya. #eh  

Ini posting saya yang terakhir tentang rekrutmen CPNS Kemlu. Secara pribadi, saya ingin meminta maaf apabila tulisan saya di blog ini ada yang menyinggung siapapun. Niat saya hanya ingin berbagi informasi, cuma inget waktu jaman dulu kala saya masih galau seleksi CPNS dan nggak ngerti harus nyari info kemana. 


Tambahan:
Ini untuk menjawab pertanyaan teman-teman tentang gaji PNS Kemlu.

Kami ini PNS. Yang gajinya berapa bisa diakses dimana-mana. (link ke PP No 34 Tahun 2014 tentang Gaji PNS TA 2014 dan Daftar Remunerasi PNS) Jika masuk S1, golongan IIIA, S2 IIIB dan S3 IIIC. 

Kalau teman-teman nanti bener-bener masuk jadi CPNS, harap bersabar karena 80% gaji pokok baru akan dirapel di bulan ke-7 :D 

Selama bulan ke-1 sampai ke-6, yang diterima adalah uang saku Rp 500.000,-. Jadi baik-baiklah sama orang tua karena masih akan butuh subsidi, atau siapkan tabungan semenjak dini. 

Tambahan II: 
Link ke Blog PNS Kementerian Keuangan 



Tuesday, August 5, 2014

Pulang - Pergi ke Kantor


Haiii.. Saya baru aja pulang kantor ni trus sekarang lagi nunggu sesuatu. Bukan, itu bukan nunggu dilamar, bukan.. Cuma nunggu makanan. Meskipun buat yang pertama itu juga.. Ah sudahlah. Oke tadi saya mau nulis apa yak? XD

Saya mau cerita tentang alat transportasi andalan saya buat pulang-pergi ke kantor ini. Alat itu adalaaahhh.. KAKI! *jeng jeng jeng* *Haha.. I see some poker faces there.

Ada dua alasan saya memilih (berjalan) kaki ke kantor, 1). Biar langsingan, 2). Nggak punya mobil. XD

Lagipula banyak banget keuntungan-keuntungan jalan kaki ke kantor, misalnya:
  1. Banyak yang menyapa aku. Misalnya, satpam kedubes Amriki yang nanyain, “Mbak, pulang kantor kok sore-sore sih”, atau mamang dagang makanan depan stasiun yang nyapa, “Mbak cantik, selamat pagi”, atau abang-abang dagang kopi naik sepeda yang dengan penuh perhatian bilang, “Mbak, hujan lho, jangan sampai sakit yah”. Buat perempuan haus kasih sayang kayak aku, sapaan mereka itu bagaikan oase di tengah gurun. Setidaknya walopun itu cuma iseng (dan aku tanggepin dengan judes), semua itu membuktikan bahwa aku masih laku. Laku diceng-cengin orang di jalan. Nasib.. T__T
  2. Punya alasan buat ganti sepatu setidaknya 3 bulan sekali. Tapi itu dulu, waktu saya masih sering pake flat shoes. Entah mengapa flat shoes cepat sekali habis. Seperti gaji aku. Yang habis dalam hitungan hari. Nah, namun saya kemudian punya ide brilian yaitu beli sepatu super enak dari sebut saja HasPapis, alhasil sepatu itu tiap hari saya pake buat jalan, sampe warna aslinya (yaitu putih tulang) berubah menjadi cokelat muda. XD (oke, berarti poin ini nggak meaning sebenernya)
  3. Punya alasan buat touch-up begitu sampe kantor. Saya ini yah…. Males banget dandan. Emang sih, kemolekan dan kecantikan diri saya selalu terpancar bagaikan pelangi sehabis hujan (pret), namun tetep aja kalo udah kelamaan gak touch up kan suka pucat kaya vampire china tuh.. Nah, kalo sampe kantornya habis jalan kaki tu, sampe kantor pasti akan butuh ke depan kaca buat sisiran, bedakan dan pake lipstick dikit. Kenapa? Ya kan rambutnya terbang-terbang habis kena angin. Biasanya sih efek kena angin ini membuat rambut saya yang kaya rambut jagung itu berantakan kaya sarang burung kolibri.
  4. Menetralkan hati dan pikiran sebelum sampai rumah. Sebagai cungpret (yaitu, kasta bawah di kantor, setara dengan residen di rumah sakit), seringkali pulang kantor tu masih kebawa sama aneka ria drama kehidupan perkantoran dan rasa frustasi berkepanjangan. Nah, jalan kaki itu setidaknya memberi saya waktu buat sendirian dan merenungi arti kehidupan (halah). Kasihan lho orang rumah kalo kita ini pulang sambil bawa beban kerjaan. What happened in the office, stays in the office. Katanya gitu sik.
Oke deh. Makanan sudah datang.

Sebelum menutup laptop, ijinkan saya berterima kasih kepada Pemprov DKI Jakarta yang menyediakan jembatan penyeberangan dan lampu + zebra cross penyebrangan di sekitaran Jl. Kebon Sirih, Monas, Stasiun Gambir dan Jl. Taman Pejambon. Kamuuuuhhh sudah membuat hidup aku menjadi lebih mudaaahh. *buat tanda cinta dengan dua tangan*

Dah!

PS: Kalau kamu buka web ini untuk info CPNS Kemlu 2014, info resmi bisa dinantikan di website Kemlu (www.kemlu.go.id), namun kalo dilihat di website Setkab, Kemlu termasuk Kementerian yang membutuhkan CPNS di tahun ini. Ditunggu aja yah, 11-20 Agustus 2014, silakan standby di laptop masing-masing. J


Sunday, July 13, 2014

Alternatif Kegiatan Orientasi: Mengenang Masa Lalu dan Menyelamatkan (Generasi) Masa Depan

Di umur saya yang menjelang 20-an akhir, saya udah berkali-kali ngadepin orientasi. Sejak SMP, SMA, S1, S2, bahkan masuk kerja pun ada orientasi. Orientasi ini (MOS maupun OSPEK), bentuknya macem-macem. Dari yang mengucir rambut sedemikian rupa, pakai atribut / co-card aneh dan norak, disuruh bawa aneka benda hasil teka-teki, atau sekedar outbond. 

Saya ingat dulu waktu orientasi ekskul Paskibra jaman SMP. Kami mesti mengucir rambut sebanyak 17 kuciran, dengan pita millenium. Millenium identik dengan pernak pernik futuristik dan warna silver. Jadilah kami semua memakai pita silver. Ternyata salah! Maksud senior itu pita warna apa aja tapi ditulisin MILENIUM MILENIUM MILENIUM gitu. Ya anak 13 tahun dimarahin seniornya, dibentak-bentak gara2 salah pita ya mau gimana si? Diem aja kita.
Waktu SMA, saya ingat masa pelatihan kepemimpinan OSIS. Ada satu hal yang masih saya inget sampai sekarang... makan adat. Menunya adalah sandwich spesial: roti tawar, 'selai'-nya adalah roti marie regal yg dihancurkan dicampur air dan jackpotnya adalah.. pare rebus. Iyep. Pare rebus. >_<


Got this from google. Coba kalau ini adek kita apa tega tho?
(Dear mas2 yg di foto ini, maap saya item2in, bukan karena masnya nggak ganteng, tapi saya gak tega kalo ga saya itemin)

Nah.. Malam ini, saya diBBM saya adik bungsu saya. Besok pagi adalah hari pertamanya masuk SMA dan dia akan mengikuti kegiatan MOS (Masa Orientasi Siswa). Informasi awal yg saya terima, di sekolah dia yang baru ini, pada waktu MOS laki-laki harus gundul dan perempuan dikuncir 14 ikat. Somehow saya merasa terusik dengan segala ritual orientasi sekolah maupun ekskul ini. Nggak tega aja ngebayangin adik saya gundul gitu (walopun dia pun ternyata punya akalnya sendiri supaya nggak plontos. Haha) 

Kalau saya tidak keliru, tujuan orientasi adalah:
  1. Memperkenalkan siswa dgn teman-teman barunya
  2. Memperkenalkan siswa dgn lingkungan sekolah, guru dan kakak kelas
  3. Menambah rasa kebersamaan antar siswa
  4. Menumbuhkan rasa cinta terhadap instansi/sekolah baru
  5. Memperkenalkan siswa dgn budaya instansi/sekolah baru
Oke mungkin itu kemudian diinterpretasi sbg semua harus sama rata, termasuk model rambut dan atribut. Sama-sama susah dan tersiksa. Di MOS adik saya besok, siswa harus membawa: 1). Indomie 2 bks, gula 1/4 kg, 2). Buku ttg sekolah, 3). Bolpen darah kotor & darah bangsawan, 4) 2 botol minuman merk tertentu, 5). tas karung beras, dll.

Nampak familiar ya? Jaman saya dulu ada juga tuh 'buku banteng 40 halaman (padahal yg dijual cuma 24 halaman, jadi mesti beli 2 buku dan menjahit/mengelemnya jadi 1), tas dari karung goni dan berbagai macam rupa warnanya. Nah, kita juga pernah jadi senior, pernah juga ngerjain juniornya. Nggak pakai mikir. Cuma karena meneruskan tradisi turun temurun aja (ngaku deh, saya juga soalnya). Sambil berkata dalam hati, 'Gue dulu juga ngerasain ini tauk. Sekarang lo harus rasain apa yang gue rasain' *kemudian ketawa ala Laili Sagita *zoom in *zoom out 

Apa ya harus kaya gini terus?
Apa setiap orientasi sekolah harus dilakukan dengan membuat adik-adik kita merubah model rambut, membuat orang tua mereka sibuk mikir teka teki aneh yang dilontarkan senior-seniornya, membuat mereka menangis dan trauma kepanjangan karena kata-kata kasar saat kita sbg senior saat 'mendisiplinkan mereka', atau.. bahkan membuat nyawa mereka melayang karena kita sebagai senior (dan alumni) lalai dalam kegiatan bernama orientasi, seperti kasus ini atau ini. 

Saya pernah merasakan betapa lugunya jadi junior, nurut banget sama apa yang disuruh senior. Nggak mikir bahwa yang mereka suruh itu sebenernya nggak masuk akal dan bahaya. Termasuk pernah juga jadi senior, memberi tugas ke junior simply karena memang dari tahun ke tahun demikian adanya. Mungkin karena nggak ngerti kreativitas apa lagi yang mesti diberikan untuk tugas-tugas adik kelas, sedangkan para guru di sekolah semuanya menyerahkan ke mereka (been there! :D ) 

Kalau misalnya ndak ada ide, ini ada beberapa yang saya kepikiran barusan. Mungkin bisa digunakan: 

Alternatif Kegiatan Orientasi Sekolah 
  1. Cocard: perlu dibuat sesederhana mungkin. Yang penting nama panggilan dan kelas bisa dibaca tho? Boleh berbeda-beda, nggak harus seragam. Boleh dibuat pakai bahan apa saja, yang penting jelas terbaca. (you might be surprised with their creativities :) ) >> ini buat ngajarin anak-anak supaya efisien. Selain itu, mereka juga bisa mengekspresikan apa saja yg mereka mau. 
  2. Hadiah hasta karya untuk teman baru, maksimal dibuat dgn bahan-bahan dgn total Rp 10.000,00. Tugas ini tidak untuk dibawa di hari pertama. Akan diserahkan di hari terakhir orientasi. Mereka boleh buat apa saja, diberikan ke siapa saja yang baru mereka kenal minggu itu. Sebagai bukti akuntabilitas keuangan, mereka perlu melampirkan komposisi bahan pembuat hadiah itu dalam selembar kertas lengkap dgn harganya. (maap kebawa kerjaan. haha). >> suatu saat anak-anak itu akan jadi bendahara kelas, ketua kelas, atau ngurus pembayaran buku LKS atau apapun yang memerlukan pertanggungjawaban keuangan. Ini cara ngajarin mereka untuk peduli sama pencatatan keuangan. Sedangkan hasta karya ini juga bisa jadi cara mereka untuk menghargai teman2 mereka, mempersembahkan yang terbaik yg mereka bisa buat sendiri. Ya syukur2 habis itu ada yang jadian kan seru. :D 
  3. Proyek bersih kota. Kumpulkan anak-anak ini, siapkan 2 kantung sampah hitam besar + sarung tangan plastik + masker untuk tiap anak, dan minta mereka berjalan-jalan keliling kota, membersihkan sampah yang mereka temui di jalanan. Sebagai bukti, harus difoto dengan pose paling maksimal gayanya, diupload ke twitter/instagram, dgn tagar #SMASesuatuBersihKota kirim ke account twitter panitia. Setelah selesai dan semua kembali ke sekolah (tapi pastikan sampahnya dibuang ke TPA ya, jangan dibawa ke sekolah), dan semua orang sudah cuci tangan dgn sabun, sambil makan snack sore, tampilkan foto-foto yang sudah mereka upload di slide besar, sambil diberi 'pemaknaan' (istilah favorit senior2 OSIS saya dulu) tentang kegiatan hari itu. Bersihin sampah itu nggak semuanya mau. Kotor dan bau pula. Makanya, anak-anak ini jangan disiksa terus. Kasih juga mereka hal yang menyenangkan untuk dilakukan. 
  4. Tugas membuat peta kelurahan/kecamatan tempat sekolah berada. Iya, mereka bisa gampang aja download di google dan mengurangi keseruan tugas ini. Tapi bagaimana dengan melengkapi nama tiap bangunan. Buat lebih seru dengan 'cara berangkat sekolah dari rumah memakai transportasi umum'. Macam Google Map versi sederhana gitu lho. Kalau naik bis kota nomer berapa. Naik angkot nomer berapa. Berapa menit kalau jalan kaki. Tapi harus public transportation. >> maksudnya apa? Supaya mereka nggak manja, dan nggak tersesat di sekolah sendiri. Mereka kenal lingkungan dan paham apa aja yang ada di situ. Kenapa transportasi umum? Ya melatih mental mereka untuk cinta sama bis kota dan lambat laun bisa mengurangi kemacetan. Transportasi umum tidak aman? Justru itu.. Kita harus ajari mereka bagaimana menggunakan transportasi umum, apa yang tidak aman, bagaimana cara menjaga diri dari bahaya-bahaya yang ada di transportasi umum. 
  5. Dream sharing. Kegiatan ini fungsinya semacam konseling ke anak-anak baru ini. Pertanyaan utama cuma satu: apa bayangan mereka tentang sekolah baru ini. Apa mereka punya ketakutan tertentu? Apa mereka punya harapan tertentu? Mereka mau ngapain di sekolah? Ya bukan berarti sekolah kemudian wajib untuk memenuhi harapan mereka, bukan.. Tapi untuk menjembatani bahwa apapun yang mereka inginkan (asalkan itu positif dan baik untuk mereka dan lingkungan), dapat terwujud. 
  6. Proyek angkatan. Mau menambah kebersamaan angkatan? Suruh mereka bikin visi angkatan. Selama 3 tahun mereka di SMA, apa yang akan mereka lakukan, kalau secara turun temurun selalu ada pentas seni, minta mereka set target, siapa artis yang akan mereka undang saat mereka jadi panitia. Apa prestasi yang akan mereka raih di angkatan mereka (misal, juara 1 olimpiade fisika nasional, juara 1 paduan suara tk nasional, atau apa gitu). Apa kegiatan sosial yang akan mereka kerjakan saat bakti sosial tahunan? Minta saja mereka deskripsikan.
  7. Jangan pernah gunakan bentakan apalagi kekerasan sebagai bentuk hukuman. Dibentak-bentak itu nggak enak, apalagi dipukul. Latih adik-adiknya untuk berargumen. Kalau mereka nggak ngerjain tugas, tanya apa alasannya, suruh mereka presentasi kenapa mereka nggak ngerjain tugas di depan temen-temennya. Nggak usah buang-buang energi buat marah-marah. Toh ini bulan puasa. Ntar batal lho, kak puasanya :) Mereka ini anak-anak baik, di rumah pun belum tentu pernah dibentak sama orang tuanya. Kamu ni ngasih makan nggak, bayar sekolahnya dia nggak, kok ya main bentak-bentak apalagi sampe mukul. Coba.. Mari latih dan ajari juniormu dengan cinta. <3 halah="" li="" nbsp="">
  8. Kalau mau ngasih kostum atau atribut khas, mbok jangan bikin junior-junior terlihat jelek & malu. Bikin yang keren gitu. Kalau nggak memungkinkan cosplay ya pakai aja seragam sekolah yang bagus dan rapi. Kalau norak kan yang jelek nama sekolah juga. Nanti mereka di jalan diliat orang trus dibilang 'Ih itu sapa tu anak sekolah mana kok norak gitu'. Masa nggak malu jadi seniornya?

Kalau ada panitia orientasi yang baca, saya mau minta tolong, jangan berlebihan kalau ngerjain adik kelasnya ya, kakak-kakak. Jujur saja, saya pun lupa dulu ngerjain adik kelas saya kaya apa. Tapi saya nggak pernah lupa kakak kelas saya ngerjain saya kaya gimana. :) (therefore, i would also like to express my deepest regret and apology for my juniors) 
Ketika teman-teman nanti beranjak dewasa, udah kerja, udah ngerti enak-nggak enaknya dunia di luar masa sekolah, masa-masa ngerjain senior-junior ini akan terasa menggelikan bahkan konyol. Orientasi dengan bentuk Ngerjain Sistemik ini bukan sesuatu yang perlu terus kita lakukan hanya karena 'dari dulu juga gitu kok, semua ngalamin'. Kita bisa kok menghentikan budaya aneh ini. Kita bisa merubah budaya orientasi sekolah dan kegiatan jadi lebih menyenangkan buat semua orang. Supaya apa? Supaya suatu saat, ketika junior yang kamu bully di sekolah ternyata jadi atasanmu di kantor, kamu nggak sungkan karena dulu pernah ngerjain dia. :D 

Kita nggak pernah tahu seperti apa lucunya jalan hidup ini. 
Bersikaplah baik. Sama semua orang. Kapan saja. 
Selamat malam. :) 



PS: Selamat memasuki dunia SMA, my dear (not so) little (anymore) brother, Be happy, be awesome! 



Friday, July 11, 2014

Belize: sahabat baru Indonesia

Saat saya buka website kantor sore ini (sambil nunggu surat), saya tergelitik dengan berita ini:


Pemerintah Indonesia secara resmi membuka hubungan diplomatik dengan Belize. Hal ini dilakukan melalui penandatanganan Komunike Bersama (Joint Communiqué) antara Duta Besar Republik Indonesia untuk Meksiko, Hamdani Djafar, dengan Duta Besar Belize untuk Meksiko, Duta Besar Oliver del Cid, di kediaman Duta Besar Belize di Mexico City (9/7).
Melalui pembukaan hubungan diplomatik dengan Belize ini, Indonesia saat ini tercatat telah memiliki hubungan diplomatik dengan 186 negara PBB.
Sementara bagi Belize, saat ini tengah gencar membuka hubungan diplomatik dengan negara-negara anggota PBB. Pada kesempatan yang sama, Belize juga membuka hubungan diplomatik dengan Palestina. 
Pembukaan hubungan diplomatik Belize dan Palestina ini ditanggapi positif oleh Duta Besar Hamdani Djafar yang kembali menyampaikan dukungan Indonesia untuk mewujudkan negara Palestina yang berdaulat dan merdeka.

Trus kemudian saya tertarik untuk mengenal lebih jauh, Belize itu dimana ya? Wikipedia pun membantu saya:

Belize adalah negara tropis indah di Amerika Tengah. Sebelahan sama Meksiko dan Guatemala. Yang lebih seru, Belize punya pantai-pantai cantik yang menghadap Laut Karibia. Panjang daratan utama Belize sekitar 290 km (bandingkan dengan jarak Semarang - Surabaya yang sekitar 310 km).


Kalau Anda search Belize di Google, yang paling mencolok adalah The Great Blue Hole.
Ini adalah atol kecil, jaraknya sekitar 70 km dari daratan dan ibukota Belize (Belize City). Atol ini merupakan warisan budaya dunia UNESCO lho. Bagian laut yang berwarna lebih gelap itu lubang raksasa. Melihat gambar atol ini antara pengen nyelam di dalamnya tapi ngeri juga kalau tau-tau ada monster laut yang menerkam > kebanyakan begaol sama Jack Sparrow. 






Hal menarik lain dari Belize adalah kekayaan flora dan fauna yang ada di dalamnya. Berkat letak strategisnya yang ada diantara Amerika Utara dan Selatan, Belize menjadi surga tropis untuk ratusan tanaman dan hewan. Hutan-hutan Belize memang menjadi rumah yang nyaman untuk jaguar dan nuri khas Amerika. Bersama mereka tinggal pula armadilo, monyet-monyet, dan ular (apakah ada anaconda? x_x )



Bangsa Maya diperkirakan telah ada di Belize dan daerah Yukatan sejak 2000 SM. Memang sih, sebagian besar bangsa Maya sudah hilang akibat berbagai penyakit, konflik antar suku dan perang dengan bangsa Eropa. Tapi sekarang, masih ada tiga suku Maya yang masih tinggal di negara ini: the Yucatec, the Mopan dan Kek' Chi. Tidak hanya itu, di Belize juga tersebar berbagai bangunan (candi) suku Maya.



Belize nampak seru sekali ya, Teman-teman. Ada yang udah pernah ke sana?
Semoga kita bisa mengunjungi Belize suatu saat nanti yah.. Amin.

Selamat berakhir pekan :)


Monday, July 7, 2014

Tentang WNI yang tidak bisa memberikan suara di Hong Kong

Selamat hari Senin, teman-teman.

Saya menulis ini terkait pemberitaan ttg penyelenggaraan Pemilu di Hongkong yang beredar pada Minggu, 6 Juli 2014 kemarin. Mereka bilang, ada petugas TPS yang menolak para WNI Hong Kong untuk memberikan hak pilihnya. Mereka bilang, petugas tidak netral, katanya TPS akan dibuka kalau nyoblos no sekian, kalau nyoblos no lain tidak akan dibuka. Saya membaca beritanya di timeline. Tidak ketinggalan, beberapa rekan pun mengirimkan tautan berita lewat BBM dan whatsapp pada saya. Meminta konfirmasi kebenaran berita tersebut.

Konfirmasi dari Bapak Konjen RI di Hong Kong, Chalief Akbar, telah dimuat di berbagai media, ini salah satunya http://bit.ly/Vxn0sj

Untuk merangkum konfirmasi dari Pak Konjen dan info rekan-rekan KJRI Hong Kong, berikut ini beberapa hal yang bisa saya sampaikan:
  1. Undangan memilih pukul 09.00-17.00 waktu Hong Kong diberlakukan sesuai izin dari Pemerintah Hong Kong. Pemberitaan bahwa petugas menutup TPS di Victoria Park, Hong Kong sebelum waktunya itu tidak benar. TPS ditutup pukul 17.00 setelah antrian benar-benar habis. Namun 10 menit kemudian tiba-tiba ada warga yang ingin masuk lagi.
  2. Penggunaan Victoria Park di atas jam 17 memerlukan izin tambahan dari Pemerintah dan aparat keamanan HK. Petugas KJRI HK sdh meminta izin namun tdk bisa diberikan karena memang batas waktu sudah habis.
  3. Bahwa petugas PPLN di Hongkong tidak netral, itu tidak benar. Ada saksi-saksi dari tim sukses / parpol pengusung kedua pasang calon yang berada di TPS. Selain itu ada juga 3 LSM sbg pemantau dan diliput media internasional.
  4. Selain itu, di TPS Victoria Park, Hong Kong juga hadir komisioner KPU dan kebetulan Ketua Banwaslu sedang berada di sana juga.
  5. Kalau beredar foto Bp. Sigit, komisioner KPU yang dituding sebagai pihak yang tidak netral dalam pemberitaan selama hari Minggu kemarin, itu tidak benar. Justru Bp Sigit yang telah susah payah memberikan penjelasan kepada para pemilih dan masyarakat RI di Hong Kong.
  6. Kementerian Luar Negeri dan KPU melalui KJRI Hong Kong tentu ingin memfasilitasi WNI untuk memberikan hak suaranya pada pemilihan umum . Namun tentu semua ada aturannya. Apalagi kalau kegiatan yang dilakukan ada di wilayah hukum negara lain.

Semakin mendekati 9 Juli 2014, berbagai fitnah, hasutan dan berita bohong banyak sekali berseliweran di sekitar kita. Dalam kapasitas saya sebagai pegawai negeri, saya ingin membantu meluruskan informasi yang berseliweran di timeline saya sejak 12 jam yang lalu. Semoga ini bisa mengimbangi ‘kehebohan’ ini.

Sekalian mengingatkan, pada 9 Juli 2014, TPS di Indonesia hanya buka jam 07.00 hingga jam 13.00 saja. Jangan terlambat memberikan hak suara Anda. :)

Salam manis,

^^v


PS:
Saya tidak akan memberikan jawaban ttg quick count di luar negeri. Kementerian Luar Negeri tidak melakukan quick count. Mungkin konfirmasi bisa ditanyakan ke lembaga/pihak yang melakukan quick count luar negeri, survei atau metode apa yang dilakukan.







Sunday, April 27, 2014

Mitos 2: "Pacaran sama bule aja"

Heran. Selalu ketika saya bilang tentang pekerjaan saya, orang-orang kaget dengan dua hal:
  1. Bahwa Diplomat Indonesia HARUS menikah dengan Warga Negara Indonesia
  2. Bahwa Diplomat Indonesia BOLEH menikah dengan rekan seprofesinya
Dua poin itu diatur dalam Peraturan Menteri Luar Negeri No 04 Tahun 2009, bagian 19: Pernikahan dan Perceraian. Yoi, masbro dan mbaksis. Perkawinan dan perceraian pun diatur oleh negara. Banyak yang kaget sih sampai ranah pribadi pun diatur dengan produk hukum seserius ini. Tapi kantor BUMN depan kantor saya juga menerapkan hal yang sama kok btw.. Well, kalo ini aja udah bikin panjenengan kaget, silakan googling bagaimana peraturan pernikahan dan perkawinan anggota TNI/Polri. Kan saya udah bilang, ini kontrak lahir batin, begitu setuju menjadi bagian dari aparat pemerintah, stempel 'MILIK NEGARA' pun sudah melekat di dahi kita. Kehidupan pribadi pun ya jadi urusan dinas. Aturannya gimana, ya ditaati. 

So, kalo situ mau jadi diplomat karena pengen nikah sama bule. I am so sorry to say ya, Cyin..  Kecuali panjenengan punya superpower, nikah dengan WNA nggak bisa dilakukan. Jika kau cinta lelaki asing itu, tanggalkanlah status diplomatikmu. Jika memang kau cinta pekerjaan dan profesimu, buatlah lelaki Indonesia melamarmu (hehehe). Tapi kalo dipikir-pikir, aku tes CPNS Kemlu sekali trus alhamdulillah keterima. Tapi aku udah pacaran berkali-kali, alhamdulillah semuanya putus. Jadi, buat aku pribadi, lebih susah pacaran daripada masuk Kemlu. Jadi ya... Ini apa sih kok malah curhat. :| 

Oh tentang nikah dengan sesama Diplomat Indonesia. Boleh bangeeeetttt.. Kalo kata sahabat aku, "We are smart and attractive young people, all gather-up in one place. It's impossible not to be attracted to each other". Angkatan kami banyak yang 'incest'. Senior-senior kami juga. Kemudian kalau penempatan luar negeri gimana? Masa tinggal berjauhan? Dalam Permenlu diatas, dijelaskan bahwa pasangan diplomat suami-istri dapat ditempatkan di Perwakilan yang berdekatan, dengan mempertimbangkan kompetensi dan kemampuan ybs. Misal, suami di KBRI Kuala Lumpur, istri di KJRI Penang. Atau, suami di KBRI Washington DC, istri di PTRI New York (kalau ini suami-istri memang sangat sangat berprestasi dan pinter). Bisa juga 'diakali' dengan sama-sama menguasai bahasa Mandarin biar sama-sama ditempatkan di RRT, misal istri di KBRI Beijing, suami di KJRI Guang Zhou. Kecil kemungkinan untuk serumah sih, tapi setidaknya masih ada di satu negara.

Satu hal lagi yang nggak enak dan harus diketahui oleh mbak-mbak yang pengen jadi diplomat. *berbisik nada gosip* konon katanya, diplomat perempuan itu susah cari jodoh. (Naudzubillahimindzalik!). Soalnya, aturannya macem-macem. Dan nanti suaminya nggak boleh kerja. Itu salah kaprah sih menurut saya. Aturan itu dibikin manusia untuk mempermudah urusan-urusan manusia. Aturan bisa dirubah. Kalau aturan tidak bisa dirubah, kita yang menyesuaikan diri dengan aturan. Kita taati aturan. Kalau kepentingan pribadi kita bertolak belakang dengan aturan, ya lepaskan dirimu dari aturan itu. 

Beberapa strategi senior untuk mengatasi problematika 'suami tidak bisa bekerja saat diplomat perempuan penempatan' (termasuk Dubes Pembimbing saya yang menikah dengan seorang bankir) sebagi berikut:
  1. Mengajukan diri untuk ditempatkan di Jakarta: Perutusan Tetap RI untuk ASEAN >> Keluarga tidak perlu paspor hitam dan tidak perlu status diplomatik. Sehingga terlepas dari kewajiban status diplomatik. 
  2. Mengajukan diri untuk ditempatkan di Perwakilan yang dekat dengan Indonesia, misalnya di negara-negara ASEAN, Timor Leste, Papua Nugini, Australia, dll. >> Suami dapat tetap bekerja di Indonesia, atas izin kantor dan Kepala Perwakilan, dengan pengaturan khusus lebih lanjut. 
  3. Menikah dengan pria yang bisa bekerja dimana saja, tidak terikat dengan bangunan fisik berupa kantor. >> Misalnya, artis (misalnya Theo James gitu, eh itu WNA ya? Haha), musisi, wartawan, penulis, dosen, pengusaha, online-based business, arsitek, dokter, pendeta, sebutkanlah apa saja, asal dikomunikasikan dengan kantor Pusat dan Kepala Perwakilan. 
  4. .......... (isilah titik-titik di samping)
PS: Sebenarnya definisi tidak boleh bekerja ini masih rancu. Yang ingin dihindari adalah penyalahgunaan status diplomatik beserta hak istimewa yang melekat padanya. Tidak bisa digeneralisir dan mesti dilihat per kasus. Sekali lagi, semuanya kembali kepada kondisi dan situasi dari masing-masing kasus. 

Anywaaayy... Masalah jodoh sih udah ada yang ngatur. Kalau jodohnya sama bule ya tinggal dadah byebye sama paspor diplomatik. Kalau masih jodoh sama paspor diplomatik ya Insya Allah nanti jodohnya WNI. Kalau jodohnya sesama diplomat ya Insya Allah nanti dipermudah. Kalau jodohnya sama pengusaha, atau dokter (#eh) ya kan Insya Allah nanti ada solusinya. Tenang aja, Jeng.. Ketika kamu membaca, riset dan menulis berbagai laporan tentang masalah-masalah dunia. Misteri tentang siapa yang akan meminangmu itu agak malu-maluin kalo jadi sumber kegalauan. Beneran. The right one worth the wait. :) 


Sayang menjadikan Theo James WNI butuh waktu yang sangat lama :(